Recent Posts

Thursday, November 13, 2014

Tips Memilih Kasur agar Tidur Lebih Sehat

KOMPAS.com - Tahukah Anda, tidur yang cukup mampu meningkatkan kewaspadaan, ketelitian, respon, konsentrasi, dan produktivitas? Sebaliknya, kekurangan tidur mampu menimbulkan peningkatan risiko penyakit berbahaya.

American Asscociation of Cancer Research (2008) menyatakan, perempuan aktif yang tidur kurang dari tujuh jam setiap hari memiliki risiko 47 persen lebih besar untuk menderita kanker payudara. Sekedar tidur juga tidak cukup. Gangguan tidur yang dianggap sepele, seperti mendengkur dapat mengurangi kualitas tidur dan berisiko menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, disfungsi ereksi, serta penurunan kualitas hidup.

Menurut dokter spesialis gangguan tidur dari Sleep Disorder Clinic Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Andreas Prasasdja, tidur merupakan "obat" segala penyakit.  Meski kelihatannya tidak aktif, sebenarnya tubuh manusia aktif sekali saat tidur.
Dalam tahap tidur dalam atau tidur nyenyak, ada hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh anak-anak. Sementara itu, untuk orang dewasa ada hormon yang mampu memicu peremajaan kulit.
Segala manfaat tidur ini hanya bisa didapatkan jika seseorang memiliki kualitas tidur yang baik. Sayangnya, seringkali kenyamanan tidur terganggu akibat ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kesalahan memilih kasur atau matras.

Kasur (juga sering disebut matras atau ranjang) adalah produk manufaktur untuk tidur atau berbaring, yang terdiri dari bahan elastis dan ditutupi dengan kain luar atau kain kasur. Di negara maju, biasanya ditetapkan sebagai bagian dari tempat tidur dan ditempatkan pada dasar.

Maka itu, memilih matras yang sesuai dengan tubuh tergolong penting. Direktur Massindo Group Witarsa Sugeng memberikan tips dalam memilih kasur yang baik.
"Pastikan kasur sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Dari segi penyangga (support), kasur yang bagus harus mampu menopang tulang belakang. Kalau kasur terlalu empuk, badan akan tenggelam. Kalau terlalu keras, bahu akan tertekan ke atas. Lama kelamaan tidak bagus. Punggung dan bahu sering salah bantal karena support kurang tepat," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kasur yang tepat harus bisa membuat tekanan lebih sedikit dan waktu tidur, kita tidak banyak bergerak. Tidur menjadi lebih nyaman."

Pada umumnya, calon pembeli kasur hanya memperhatikan bentuk fisik kasur, mencoba duduk di tepi kasur, atau sebentar saja merasakan daya penyangga kasur tersebut. Menurut Witarsa, hal tersebut salah. Sebaiknya, calon pembeli kasur memanfaatkan momen memilih kasur agar tidak menyesal di kemudian hari.
Kasur merupakan investasi yang penting. Tidak hanya karena frekuensi pembeliannya sangat jarang, namun juga karena sangat berpengaruh pada kesehatan.

Cobalah untuk merasakan daya sangga kasur dengan tidur selama beberapa menit di atasnya. Lakukan posisi tidur seperti biasa. Pastikan tulang punggung Anda merasa nyaman dan tidak ada salah satu bagian tubuh Anda yang merasa terlalu banyak mendapat tekanan. Selamat memilih kasur! Memilih dengan tepat, Anda jadi lebih sehat.

sumber : http://health.kompas.com

Tips Memilih dan Merawat Kasur Busa


Kualitas tidur sangat dipengaruhi juga oleh kualitas kasur. Kasur yang baik akan membuat tubuh terasa segar saat bangun tidur, sehingga Anda lebih siap untuk menjalani hari. Meskipun tahan lama dan terlihat awet, namun kasur juga harus tetap dirawat.


Sebelum membahas tips-tips dalam memilih dan merawat kasur busa, perlu juga kita mengetahui beberapa hal kekeliruan orang dalam memilih dan menilai kasur busa:

  • Beranggapan bahwa busa yang keras adalah busa yang kuat dan awet, padahal busa yang keras belum tentu kuat dan awet
  • Menilai busa yang bagus adalah dari beratnya, semakin berat maka busa itu semakin bagus, kenyataannya Busa yang berat belum tentu bagus dan berkualitas tinggi
  • Menggunakan patokan harga murah kualitas bagus, padahal tidak ada harga murah kualitas bagus
  • Mencari kasur busa hanya dilihat dari tampak luar, seperti motif cover dan warna busa, kenyataannya Motif cover dan warna busa terkadang menipu dan tidak merepresentasikan kualitas yang sebenarnya
  • Menusuk-nusuk busa dengan jari, padahal cara menusuk-nusuk busa dengan jari bukan cara yang tepat untuk mengetes kekuatan busa

Tips memilih kasur busa yang benar:
  1. Coba tekuk/lipat busa. Apakah busa regas atau tidak
  2. Jangan terpengaruh dan percaya dengan penawaran harga yang murah
  3. Untuk mengecek kekuatan busa, letakan tangan kanan di satu sisi dan tangan kiri di satu sisi yang lain, kemudian tekan busa tersebut dengan kedua tangan secara bersamaan. Maksudnya adalah untuk mengetahui apakah busa tersebut membal/dapat balik kembali ke posisi semula atau tidak. Jika membal maka busa tersebut bisa dikatakan bagus
  4. Perhatikan bahan yang digunakan untuk cover kasur, apakah cukup nyaman untuk tidur atau tidak
  5. Buka cover kasur untuk melihat busa yang digunakan, kemudian lakukan step 6
  6. Lihat kerapatan pori-pori busa, semakin rapat biasanya semakin bagus, bila perlu bawa alat pengukur density. Ini dilakukan untuk mengetahui density yang digunakan
  7. Jika step-step di atas terpenuhi standarisasi kualitasnya, maka penjual tidak berbohong dalam menawarkan harga dan kualitas produk
  8. Tawar menawar harga adalah hal yang wajar dalam akad jual beli, namun ingat jika standarisasi kualitas bagus telah terpenuhi, jangan sekali-kali menawar dengan harga yang sangat murah, karena bisa jadi penawaran diterima oleh penjual, tetapi penjual sebenarnya menurunkan standar kualitas barang tersebut. Yang menjadikan harga kasur busa berkualitas mahal, karena memang harga busanya yang mahal.

Tips Merawat Kasur Busa

Setelah membeli kasur busa alangkah lebih baik kalau kita juga mengetahui cara merawat kasur busa. Berikut ini tips-tips merawat kasur busa. Berikut ini beberapa langkah untuk merawat kasur, seperti dikutip dari ehow:

a) Bersih. Pakailah seprai sebagai pembungkus cover kasur busa. Hal ini dilakukan agar tidak merusak kain cover kasur busa. Agar kasur Anda tetap bersih dan terhindar dari kuman, gunakanlah sprei berbahan katun. Sprei jenis ini baik untuk menyerap keringat sehingga kasur tetap bersih. Jangan lupa untuk mengganti sprei dua minggu sekali untuk menjaga kebersihan kasur.

b) Lembab. Tanpa Anda sadari, kasur juga bisa menjadi lembab. Hal ini dikarenakan seringnya Anda berbaring di bagian yang sama dan suhu kamar yang berubah-ubah. Agar kasur tidak lembab, maka jemurlah kasur beberapa jam di bawah sinar matahari. Hal ini juga bisa membuat volume kasur kembali seperti semula.

c) Rotasi. Karena kebanyakan orang berbaring pada bagian yang sama di kasur, maka rotasikanlah kasur secara berkala. Bagian tubuh yang paling berat saat berbaring adalah daerah bokong, oleh sebab itu rotasi berguna untuk membagi kerja pada kasur. Biasanya produsen kasur sudah memberitahukan kapan saat yang tepat untuk merotasi kasur. Namun jika tidak ada instruksi dari produsen kasur, maka rotasikan kasur setiap enam bulan sekali.

d) Mengganti Kasur. Kasur Anda mungkin masih terlihat dalam keadaan yang baik, namun setelah beberapa tahun, bagian tertentu pada kasur mengalami penipisan. Biasanya bagian tersebut merupakan bagian yang menopang beban.

e) Jangan meletakkan benda terlalu berat di atas kasur busa untuk jangka waktu yang lama. Niscaya, kasur busa anda bakalan kempes.

f) Kedap Air (khusus anak). Jika kasur busa tersebut digunakan untuk anak kecil, maka bungkus cover bagian yang ditiduri dengan benda kedap air lalu bungkus dengan seprai.

g) Jika terkena ompol, ikuti langkah –langkah (ref. perempuan.com) berikut:
  • Gunakan Air Panas untuk Mencuci Kasur
Kasur dari busa maupun kapas sama-sama bisa dihilangkan bau pesingnya dengan menggunakan air panas. Caranya pun cukup mudah. Pertama, ambil kasur Anda, kemudian siram dengan air panas sebanyak mungkin, terlebih pada bagian yang terkena ompol sang anak. Setelah basah dengan air panas, jemur kasur Anda hingga kering. Bau pesing yang menempel pada kasur akan ikut menguap bersama dengan air panas, dan kasur Anda juga lebih cepat mengering. Jika bau pesing masih tercium setelah kasur dijemur, artinya pengguyuran dengan menggunakan air panas yang Anda lakukan masih kurang maksimal, dan cara ini bisa diulangi lagi untuk menghilangkan sisa pesingnya.
  • Siram Bekas Ompol Anak Anda dengan Alkohol
Cara kedua yang bisa digunakan untuk mengatasi bau pesing karena ompol adalah dengan menggunakan alkohol. Cara ini bisa digunakan jika kasur berbau pesing Anda sudah terlanjur mengering. Tak perlu repot menggotong kasur besar keluar rumah untuk dijemur. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menyiram bagian kasur yang terkena ompol dengan sejumlah alkohol. Karena sifat alkohol yang memang mudah menguap meskipun dalam ruangan, bau pesing pada akasur Anda akan ikut menguap bersama dengan alkohol.
  • Jika masih basah maka jemurlah kasur busa tersebut di bawah sinar matahari sampai kering.
Sumber: Dari berbai sumber